Oleh: Setiyo Purwanto | 12 April 2011

Uzlah : hanya hamba dan Tuhannya

di sela sela waktu , di saat saat senggang ada baiknya kita mencari tempat yang memang membuat kita lebih tenang dan lebih tumakninah. dengan beruzlah kita lebih bisa fokus untuk tetap bersamaAllah, sehingga pencerahan demi pencerahan akan kita dapatkan. selain itu hati kita yang sering gundah ketika kita uzlah akan mendapatkan ketenangan. uzlah juga dapat menguatkan hati kita agar keimanan kita tetap stabil kalau pun turun tidak turun drastis.
secara sederhana uzlah dapat dilakukan dengan menyendiri ditempat tempat yang baik dan sepi. dalam uzlah kita tidak perlu merenung cukup kita rela menghadap Allah dengan santai dan relaks, sebab kalau merenung jika kurang pengetahuan kita malah nanti akan menyebabkan fokus kita menghadap Allah menjadi buyar. saya biasanya menyendiri dengan sholat dan dzikir di lantai atas, karena disitu saya menemukan ketenangan seolah bisa lepas dari kesibukan duniawi, dan hanya Allah saya sedang menghadap. setelah beberapa saat diatas saya turun saya membawa ketenangan jiwa yang lebih tenang dari pada sebelum saya melakukan uzlah. ingat jangan uzlah ditempat tempat yang kurang diridloi ALlah , carilah uzlah yang memang mudah dan diridloi allah.

beruzlah ini ibarat kita mencharge secara khusus kita kepada Allah, setelah seharian kita berinteraksi dengan manusia. nah kita beruzlah dengan mendekatkan diri kepada Allah maka ada eneergi lagi untuk berinteraksi dengan manusia. kita tidak diperkenankan uzlah secara terus menerus karena kita adalah makhluk sosial :

hadist Rasulullah SAW “sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya” (khair al-nas anfa’uhum li al-nas).

tapi untuk menjadi bermanfaat bagi umat kita sendiri harus memiliki kekuatan, tidak mungkin orang tanpa kekuatan ke Tuhanan dapat memberikan manfaat, nah kekuatan itu kita dapat kan melalu uzlah.

di hadis lain

Pada suatu kali Rasulullah SAW berkata pada Abu Hurairah, “Hai Abu Hurairah hendaklah engkau berakhlak mulia!, Abu Hurairah balik bertanya apakah yang dimaksud dengan akhlak mulia ya Rasulullah?, Rasulullah menjawab, “perbaikilah hubungan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu, maafkan orang yang berbuat zalim padamu, dan berbuat baiklah pada mereka meskipun ia jahat padamu”

sekali lagi untuk bisa berbuat baik dengan orang yang memutuskan silaturahmi kepada kita, untuk bisa memaafkan dan untuk berbuat baik terhadap orang yang jahat kepada kita tidak bisa tidak kita harus memperoleh kekuatannya kepada Allah dan salah satu caranya adalah dengan beruzlah… beruzlah 15-20 menit cukup lah.. untuk seharian.. syukur syukur lebih banyak dari itu.. kalau kita mendapatkan pencerahan dengan uzlah kita maka kita juga akan dapat mencerahkan kepada orang lain.

kata patrap sebentar lagi akan kami ganti dengan silatun, atau malah dzikir sekalian. karena patrap sering menjadikan pikiran kita langsung mengarah kepada kejawen..mistis…. dan lain lainnya sehingga hal ini bagi orang yang “tidak suka” menganggap patrap suatu ajaran yang menyesatkan. padahal patrap sendiri artinya adalah dzikir. yaitu dzikir yang sebenar benar dzikir. karena dzikir di dalam patrap tidak sekedar mulut komat kamit tanpa tahu makna dan artinya, atau dzikir yang sekedar menghitung jumlah dan target … tapi patrap adalah sebuah dzikir yang penuh dengan kesadaran diri bahwa kita sedang memuja Allah.

tapi baiklah karena patrap tidak ada di quran maka istilah ini akan saya ganti dengan istilah yang familiar dengan kita yaitu yang tertera di quran yaitu saya ganti dengan dzikir. tapi pengertian dzikir di dalam patrap ini mengandung makna bahwa dzikirnya benar benar dzikir bukan komat kamit atau hanya sekedar mengejar jumlah bacaan, bukan iitu. dzikir dengan penuh kesadaran kepada ALlah.

penggantian istilah ini mengikuti apa yang disampaikan ust abu sewaktu disurabaya ketika disela sela beliau istirahat . jadi pembaca blog ini mungkin istilah patrap sedikit demi sedikit akan saya rubah dengan pengertian dzikir yang sebenar benarnya.

Oleh: Setiyo Purwanto | 11 April 2011

yang bercahaya itu ALLAH

mau menjadi mahkluk bercahaya jangan jadikan diri sebagai yang bercahaya tapi leburlah dalam ke ummian karena Allahlah yang sebenarnya cahaya bukan kita . Nur ala Nur …. Dia yang bercahaya (ألله نُورُ السَّماوَاتِ والأرْضِِِ an nur 35). maka kita tidak bisa bercahaya jika mengandalkan ilmu kita, mengandalkan kemampuan kita silatun, patrap atau apapun. kemampuan yang kita gunakan untuk mendapatkan cahaya ilahi adalah dengan berserah hingga mencapai Ummi. dengan ummi inilah kita dapat mencahayai orang lain dengan cahaya ilahi.

Oleh: Setiyo Purwanto | 8 April 2011

URGENSI FANA

Kapan lagi kita akan kembali kalau tidak sekarang, sejak kecil kita ada… (bukan sejak lahir) , sejak aku merasa ada di dunia maka sejak itu pula diriku eksis … nah sekarang aku baru sadar bahwa aku belum ada ketika saya lahir, aku baru ada setelah orag tuaku menamai aku , memberi jenis kelamin bahwa aku laki laki, dan orang tua mengaku menjadi orang tuaku… maka saat itu lah aku baru sadar sedikit demi sedikit bahwa aku ada.

sekarang 36 tahun berlalu diriku ada, aku  menyadari bahwa awalnya aku tidak ada, maka sekarang aku akan belajar untuk tiada lagi. terasa berat menghilangkan aku, tapi tak apa semoga Allah selalu memudahkan jalanku untuk lenyap mengikuti Ruh yang sudah dianugerahkan kepadaku. tidak ada jalan yang paling mudah kecuali hanya mengikuti amar amar Ruh, yaitu berserah diri hingga lenyap.

mengembalikan diri yang tiada sangatlah URGEN atau segera … sebab perginya Ruh tidak akan bisa kita duga.. kalau tiba tiba Ruh diminta paksa oleh ALlah apa daya kita… dan kita pun kehilangan kesempatan untuk melenyapkan diri. aku tidak ingin tersesat , aku ingin hidupku memiliki ending yang membahagiakaan….

saat ini aku belajar untuk fana, belajar untuk menghilangkan diri yang memang sejak awal tidak ada. yang awal nya tidak maka akhirnya pun harus tidak ada.. itulah fitrah. ketika jasad  kembali ke tanah, dan Ruh kembali ke pemiliknya yaitu Allah.. maka kemana lagi nafs (aku) akan pergi…. bagi ku tidak akan kemana mana.. ya lenyap itulah…. sebelum jasad kembali ke tanah dan ruh kembali ke Allah.

jadi saudaraku fana menjadi sangat penting.. karena inilah tujuan hidup kita yaitu memfanakan diri. saudara ku jangan sampai terlmbat sekarang jugalah kita harus fana, kalau belum bisa ya kita berusaha sebisa mungkin dengan jalan berserah diri kepada allah. insya Allah satu satunya jalan TOL adalah melalui berserah tidak ada cara yang lain. semoga Allah memudahkan jalan kita untuk kembali kepada ALlah, sekarang juga.

Oleh: Setiyo Purwanto | 7 April 2011

Mendalami emosional sholat

Oleh: Setiyo Purwanto | 7 April 2011

Mendalami emosional sholat

sisi sisi emosi dalam berhubungan dengan Allah memiliki kedalaman yang harus kita selami. misalnya rukuk, bagaimana dengan rukuk kita merasakan bahwa Allah benar benar kita hormati sehingga ada rasa dekat dengan Allah namun tetap mengedepankan rasa hormat kepada Allah.

sisi emosional sholat ini merupakan buah dari kita bersungguh sungguh dalam rukuk, sujud, iftirash , baca alfatihah dan lainnya. orang berinteraksi pasti memiliki keadaan emosinal. kita berinteraksi dengan manusia juga memiliki sisi sisi emosional. misalya kita berinteraksi dengan orang yang baru dikenal sisi emosionalnya tidak sedalam jika kita berinteraksi dengan sahabat, akan berbeda lagi jika kita berinteraksi dengan kekasih … pasti sisi emosional ketika berinteraksi dengan kekasih memiliki kedalaman emosional yang sangat dalam dan sangat berasa.

sholat adalah sarana kita berinteraksi dengan Allah… sekarang mari kita lihat sisi emosional kita ketika kita sholat apakah Allah sebagai yang baru dikenal, Allah sebagai Sahabat atau Allah sebagai kekasih… kalau kita sholat tidak merasakan apapun sisi emosional kita maka ini berarti sholat kita perlu kita perbaiki, sholat kita perlu kita tingkatkan kualitasnya terutama sisi emosionalnya.

untuk melatih kedalaman emosi ini mau tidak mau sholat kita harus berdurasi lama, karena rasa akan muncul jika kita tenang (tumakninah) dalam posisi sholat tertentu misalnya rukuk kita lama, sujud kita lama tentunya dengan hati yang rukuk dan hati yang sujud.

jika kita sudah menemukan sisi emosional sholat maka kita akan merasa bahagia dengan sholat kita. sudah tidak berkomentar lagi .. kenapa sholat harus lama, …. khusyu kan tidak harus lama…… kalau lama nanti saya melamun… karena kita sudah tahu rasanya, karena kita sudah tahu kenapa harus lama…..masak sih berlama lama dengan Allah dilarang…….

Oleh: Setiyo Purwanto | 6 April 2011

Munculnya NAFS

setalah manusia terbentuk dari tanah dan ditiupkan Ruh maka setelah berada 9 bulan 10 hari maka lahirlah ke dunia sosok manusia yang suci dan ummi ….. yang tidak tahu siapa dirinya, yang fitrah… tidak ada nafs dalam dirinya, semua perilakunya berdasarkan naluriah bukan dari keinginan.

lambat laun dia tahu siapa dirinya…. dari sinilah munculnya nafs yaitu “dirinya” ketika dia tahu tentang kebaradaan dirinya maka NAFS ini pun berkembang. Munculnya nafs ini tidak terlepas dari peran serta orang tuanya dan lingkungan disekitarnya yang memberi nama kepada dia, yang menegaskan jenis kelamin dia, yang mengenalkan ini orang tuamu, ini rumahmu dan pelajaran berarti dalam perkembangan nafs adalah ini MILKIKMU.

maka unsur manusia yang awalnya dari tanah dan Ruh tambah satu lagi yaitu nafs (diri). nafs ini lah yang mengaku menjadi aku, yang menyatakan bahwa aku itu ada, yang merasa dirinya adalah aku.

jadi , sebenarnya awalnya nafs itu tidak ada, dia ada karena mengaku dirinya ada, nah dalam perjalanan hidup manusia seharusnya yang awalnya tidak ada kemudian ada seharusnya ditiadakan lagi. kalau masih ada padahal kita sudah dinyatakan mati artinya unsur tanah kembali ke tanah dan unsur Ruh kembali ke Allah maka jika nafs masih ada maka akan terjadi siksaan yang amat pedih. namun jika nafs kembali tiada dengan jalan melenyapkan diri bersama sama dengan ruh maka tidak akan merasakan siksaan.

inilah hakikat sangkan paraning dumadi yaitu awal nya tidak ada ya harus segera kita tiadakan…..

 

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori