Oleh: Setiyo Purwanto | 16 April 2011

Biarkan Allah membuat kita bahagia


untuk apa mengejar bahagia, untuk apa mencari bahagia, bagi kita yang penting adalah niat untuk bahagia dan menyerahkan niat tadi dengan “lillahi taala” (ya Allah saya ihlas Engkau buat diriku bahagia). kemudian langkah terakhir adalah merelakan di arahkan Allah dengan sabar. tidak perlu berpikir ini dan itu karena kadang berpikir ini menghambat “pekerjaan Allah” untuk membuat kita bahagia.

Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah (18:39)

Pertolongan Allah turun karena kita niat dan dan berserah diri … jadi ayat diatas menegaskan bahwa

1. semua adalah kehendak Allah : makhluk tidak bisa berbuat apa apa dalam mewujudkan apa yang dia inginkan

2. secara kejiwaan kita di anugerahi oleh Allah 2 yaitu niat sebagai wujud keinginan kita dan yang kedua adalah berserah agar Allah mewujudkannya

3. Pertolongan Allah artinya Allah akan menolong kepada hambanya jadi apa yang berhasil kita raih nantinya itu adalah pertolongan Allah bukan usaha kita.

So… bila kita bahagia maka itu wujud dari pertolongan ALlah bukan “usaha” kita meraih bahagia…… tidak ada kata meraih dalam hal ini karena semua Allah yang membantu.

tapi ingat pemahaman ini bisa berbahaya : saya perlu menekankan lagi bahwa “konsep pertolongan Allah” membawa konsekwensi bahwa kita harus mengikuti apa apa yang dikehendaki Allah… karena pertolongan itu harus diikuti step by step…. sekali kita tidak mematuhi apa yang diperintahkan Allah maka pertolongan itu bisa batal dan otomatis keingininan kita tidak akan terwujud.

Iklan

Responses

  1. Datang dr ALLA mbalinya juga ke ALLAH…………

    salam persahabatan selalu dr MENONE

    • salam

  2. Semua telah ditetapkan Oleh Allah, tetapi karena kita tidak tahu dan tidah pernah diberitahukan kepada kita, maka wajib bagi kita untuk mencarinya (baca; ikhtiar).

    Salam kenal,
    by: http://gunawank.wordpress.com/2011/04/16/tips-cara-mengatasi-email-penipuan-atau-scam/

    • berarti masalahnya bukan kita tidak beritahu atau tidak, tapi kita bisa mengetahuinya atau tidak…. kalau kita peka maka bahasa Allah itu jelas, tapi jk tidak peka maka kita tidak akan tahu kehendak Allah itu seperti apa

  3. betul banged pak.makasih atas pencerahannya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: