Oleh: Setiyo Purwanto | 16 September 2009

tips sujud pasrah


ketika muka ini hampir menyentuh sajadah iringi dengan jatuhnya ego kita, iringi jatuhnya keakuan kita, rasakan kebersamaan antara fananya diri dengan sentuhan muka dalam sujud…. ketika hendak sujud… Allahu..akbar… lheesss hilang keakuan hilang ego kita berganti menjadi suasana hampa penuh pengakuan kekuasaan ilahi…

Iklan

Responses

  1. Nah masalahnya kang… mas… agar lhess hilang keakuan tersebut bagaimana yah … antara keinginan saya menjatuhkan ego (seperti tadi malam tarawih) dengan jatuhnya ego tidak singkron… kadang ada bentrokan kadang langsung lhessss…bhakan wuzzzzz

    Makasih atas responnya mas

    • yah kembali ke hakikat sujud kan penyerahan diri total.. nah kadang jiwa kita belum sempurna berserah kita sudah membaca tasbih. namun ini juga perlu latihan dan proses insya Allah jika kita berserah diri nanti Allah akan beri pamahaman dan kita dapat melakukannya dengan mudah. amin

  2. Yg saya alami, lbh banyak tidak bisanya drpd bisanya. Sy sdh berusaha mempraktekkan teori shalat khusyu baik ketika shalat sunat maupun wajib…tapi belum juga bisa “nyambung” terus…parahnya lagi, setelah merasakan dekat ketika shalat, setelah shalat hilang begitu saja…bgmn ini pak ?

  3. Terima kasih mas pur… tadi malam betul betul sangat nyaman latihannya…. semoga Allah lebih menguatkan otot otot pasrah saya……….

  4. Assalamu’allaikum Mas Pur,

    Sebelumnya saya ucapkan mohon ma’af lahir dan batin mas…
    Mas saya kurang mudeng dengan maksud daripada “nyambung”.
    Apakah ini yg dikatakan “nyambung”, ketika sujud merasa menyatu dengan alam semesta baik pikiran maupun hati tetapi masih sadar tentang keberadaanku.
    Kalau “nyambung” diluar sholat apakah kita merasa diawasi setiap gerak dan menyadari bahwa kita sedang digerakkan oleh Allah. Dan setiap melihat sekitar kita merasa bahwa Allah selalu ada untuk kita, sehingga kadang2 saya terlau PD dan tidak takut mati, juga jadi kurang percaya dengan manusia lain karena sudah ada Sang Penolong sampai kepada ustad, kyai atau pejabatpun kita merasa mrk hanya biasa2 saja seperti saya.
    Terima kasih kepada Mas Pur jika mau bagi2 pengetahuannya. Ma’af jika aku tidak mudeng karena bodoh dan tdk mengerti tentang rasa-rasa ini karena diri ini tempat kosong yang tidak punya isi kecuali hanya segumpal tanah yang tak berarti

    • Pak Joko gendeng, nyambung adalah komunikasi kepada Allah, ini memang bukan teori pak tapi praktek yang harus dirasakan sehingga benar benar Paham apa itu nyambung, saya sarankan jika jenengan ada waktu luang datang ke padepokan saya Pak… nanti kita belajar bersama merasakan nyambung kepada Allah. terimakasih komennya.

  5. Trima kasih Mas Pur,

    Nanti kalau ke Solo tak mampir ke tempat mas..
    Insya Allah saya akan belajar “nyambung” ke Mas Pur….. niat!!!!!!!!!!!!

    • saya tunggu Pak…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: