Program Terapi Sholat

Sebenarnya kita memiliki kemampuan mental berupa kekuatan psikis untuk menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan dalam hidup, namun kita tidak pernah serius dalam menggali dan mengembangkannya. Sebagai akibatnya kita sering kebingungan dalam menghadapi setiap masalah yang kita alami. Kebingungan dan kegelisahan selalu menyertai setiap masalah yang akhirnya menumpuk menumpuk dan akhirnya menjadi penyakit kronis yaitu stress dan depresi. Kemampuan mental itu dapat kita kembangkan dan kita gali dengan metode yang sangar sederhana yaitu dengan sholat.

Selama ini sholat dianggap sebagai sesuatu yang memberatkan bagi pelakunya, karena kebanyakan dari kita tidak mengetahui dan merasakan ketinggian nilai spiritual yang terkandung dalam sholat. Dan terkadang terbersit dalam pikiran kita bahwa sholat ini pekerjaan yang menjemukan dan tidak ada manfaatnya dalam menjalankannya. Anggapan ini wajar saja muncul dalam pikiran kita karena memang sholat tidak memberikan dampak terhadap emosi secara langsung, kegelisahan kita juga tidak dapat hilang dengan sholat dan efek sholat juga tidak mempengaruhi perilaku kita kearah yang lebih positif. Padahal ayat quran mengatakan dengan jelas bahwa sholat dapat mencegah perbuatan keji dan munkar, sehingga seolah olah apa yang terkandung dalam ayat tersebut tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

Kekhusyuan dapat dicapai kalau kita bersedia mengevaluasi ulang tentang sholat kita. Evaluasi ini menyoroti tentang bagaimana kita ini menganggap sholat. Sebagian orang menganggap sholat sebagai sebuah kewajiban yang diturunkan secara top down dari luar, bukan merupakansuatu kebutuhan yang berakar dalam diri. Kenyataan ini dapat kita lihat ketika adzan berkumandang komentar kita ”… yaah sudah adzan lagi…”, atau ketika selesai sholat pada saat setelah salam hati kita lega, lega telah manjalankan kewajiban sholat. Dampak dari keterpaksaan dalam menjalankan sholat adalah tidak adanya keikhlasan dalam menjalankannya sehingga tidak memunculkan rasa khusyu. Sesuatu perbuatan yang menyenangkan jika hal itu dipaksakan maka tidak menyenangkan lagi, contohnya makan pada saat kita kecil makan adalah kewajiban maka makan itu tidak ada enaknya. Untuk itu bagaimana dalam mengkaji sholat khusyu ini kita merubah sikap kita terhadap sholat dari suatu kewajiban menjadi kebutuhan.

Dalam sejarah kita belajar sholat ketika kecil, kita tidak diajarkan bagaimana meraih rasa khusyu karena guru ngaji atau Ustad kita telah memberikan doktrin yang keliru bahwa khusyu itu sesuatu yang tidak mungkin. Selama kita belajar sholat yang diajarkan hanya bagaimana kita menghafal bacaannya dan bagaimana gerakan sholat, sehingga muncul pemahaman yang berurat berakar bahwa sholat hanya gerakan fisik semata tidak ada unsur yang lebih dalam yaitu unsur kejiwaan apalagi keruhanian yang ikut sholat. Pemahaman ini dapat kita lihat pada saat ramadhan ini, dimana ketika sholat tarawih yang dikejar adalah target rakaat, imam yang “eksekutif”lah yang favorit, semakin banyak rakaat dan semakin cepat sholatnya maka itu yang dicari.

Langkah pertama untuk menggapai khusyu adalah ;bagaimana mengubah paradigma khusyu itu sulit menjadi khusyu itu mudah. Seseorang yang akan belajar khusyu bila tidak meyakini bahwa khusyu itu mudah dan masih meyakini bahwa khusyu itu sebagai sesuatu hal yang tidak mungkin maka selamanya dia tidak akan berhasil dalam belajar khusyu. Sehingga perlu ada pemahaman yang mendalam mengenai hal ini, tidak sekedar ceramah namun perlu adanya dialog dua arah sehingga muncul adanya perubahan paradigma tentang sholat. Merubah paradigma tersebut nantinya akan memberikan pemahaman bahwa sholat dapat menjadi ruang istirahat bagi jiwa dan tubuh disaat kita mengalami keletihan, dan sholat menjadi tempat terapi yang dapat menyembuhkan penyakit ruhani dan jasmani sehingga sholat menjadi suatu kebutuhan bukan merupakan kewajiban yang membebani jiwa kita.

Diskusi tentang perubahan paradigma sholat dari sulit menjadi mudah, kemudian merubah pemahaman dari kewajiban menjadi kebutuhan akan disampaikan dalam bentuk pelatihan sholat khusyu sesi pertama. Diharapkan dengan adanya diskusi peserta dapat menerima dengan mudah dan dapat mencerna sehingga konsep yang keliru dalam sholat dapat diperbaiki secara suka rela, karena memang pada dasarnya kekhusyuan itu hak pribadi seseorang. Secara rukun syah sholatnya pun jika kita tidak khusyu juga tidak membatalkan sholat, namun alangkah baiknya kalau setiap kita sholat selalu ada peningkatan kualitas yaitu dengan sholat khusyu sehingga setiap kali kita sholat mendapatkan pelajaran pelajaran kehidupan sehingga innash shalata tanha a’nil fahsya wal munkar dapat terwujud.

Sesi kedua adalah bagaimana mendapatkan ketenangan hidup dengan melakukan sholat secara tumakninah. Solat tumakninah sangat dianjurkan oleh rasulullah dalam setiap sholat, bahkan dalam sholat rasulullah sering mencontohkan dengan solat yang lama namun tubuh merasakan kenikmatan. Cara solat rasulullah ini sangat bermanfaat bagi tubuh kita terutama pada saat tubuh kita mengalami keletihan atau kelelahan, dengan solat tumakninah tubuh kita akan lebih segar dan sehat.

Tubuh yang lelah atau capek dapat menimbulkan stress yang dinamakan dengan stress fisik, artinya stress yang disebabkan oleh fisik. Untuk itu tubuh perlu kita terapi sehingga nantinya tidak akan menimbulkan penyakit penyakit fisik dan psikis. Gerakan solat yang dilakukan secara tumakninah akan dapat menambah ketanangan fisik yang nantinya akan mempengaruhi ketanangan jiwa. Pada sesi kedua ini peserta akan dilatih secara praktis bagaimana tumakninah secara benar dalam semua gerakan sholat, sehingga selain lebih khusyu dalam solat secara kesehatan peserta mendapatkan keadaan tubuh secara lebih baik.

Inti dari solat adalah bagaimana hati kita dapat berkomunikasi kepada Allah. Rasa kesambungan dalam solat akan menyebkan hati kita sungguh sungguh dalam solat. Untuk dapat berkomunikasi kepada Allah tentunya kita harus mengetahui hakikat diri kita (who am I) dan mengetahui tentang eksistensi Allah. Dengan adanya pengenalan baik pada diri dan Allah barulah dapat dilakukan komunikasi dalam solat. Sesi ketiga ini merupakan program silatun yaitu menyambungkan hati kita kepada Allah. Pada sesi ini peserta akan diajak  mengenal diri secara hakiki dan mengenal Allah melalui kesadaran iman kita, kemudian peserta diajak untuk berkomunikasi kepada Allah yang nantinya latihan ini akan di praktekan dalam gerakan dan bacaan solat.

Kesulitan utama yang sering menjadi keluhan adalah karena pikiran melayang layang kemana mana. Dengan sesi ini peserta nanti akan mendapatkan bagaimana mencapai focus pikiran dengan selalu dzikir ingat kepada Allah.

Sesi terakhir adalah tentang niat, niat adalah perbuatan yang melandasasi atan mendasari dalam setiap perbatan termasuk perbuatan amal ibadah terutama solat. Niat bukanlah bacaan namun niat adalah perbuatan yang menyertai setiap perbuatan. Niat yang kuat akan menentukan keberhasilan dalam melakukan perbuatan. Niat dalam sholat tidak lain kita arahkan untuk ihlas karena Allah dan semua terfokus kepada “karena Allah” jadi sujudnya karena Allah, rukuknya karena Allah, dan semua perbuatan solat karena Allah. Sesi ini di berikan setelah konsep silatun pada sesi ketiga karena untuk melakukan niat seseorang harus tahu kemana arah dari niat tersebut yaitu ke Allah. Sesi ini peserta akan dilatih bagaimana berniat dalam segala perbuatan solat seperti sujud dengan niat, takbir dengan niat , iftirasy dengan niat. Diharapkan dari sesi ini adalah peserta dapat mengarahkan pikiran emosi dan jiwa dalam satu perbuatan solat. Sehingga dapat merasakan kekhusyuan dalam menjalankan solat dan mendapatkan ketenangan jiwa.

beberapa program yang sudah di selenggarakan

1. Masjid raya fatimah solo

2. Masjid Besar Purwokerto, Jateng

3. Masjid Besar Wonogiri, Jateng

4. Masjid Negara Malaysia, Kuala Lumpur, Malaysia

5. Masjid Assalam Puchong, Malaysia

6. Masjid Sungai petani, Malaysia

7. Universitas Islam Indonesia, Fakultas PSikologi program magister

8. Pondok Pesantren Putri Gontor, Ngawi

9 . Universitas Technologi Mara, Kedah , Malaysia

10. Bank BNI solo

11. Bank BRI Solo

12. Universitas Technologi Mara, Shah Alam, Malaysia

13. Majelis Sukan Negara Malaysia

dan masih beberapa tempat baik di pengajian, instansi, dan pendidikan

UNTUK PERMINTAAN PELATIHAN DAPAT MENGHUBUNGI KAMI

DI   : +62 8156 77 222 99

EMAIL : setiyo.purwanto@gmail.com

Tanggapan

  1. Apakah ada rencana akan mengadakan pelatihan sholat khusyu di Kalimantan Timur? kalau ada tolong informasikan kepada saya, terima kasih

    • belum ada. bagaimana kalau kita adakan pak?

  2. Boleh bagikan detail mengenai 5-9 november 2009 pendalaman (advanced) sholat khusyu di kuala lumpur ?
    mengenai tempat dan sebagainya

    • untuk di kuala lumpur pendalaman, kami beum tahu pasti juga mengenai tampat dan ssebagainya, karena yang menjemput (mengundang) saya untuk ke kuala lumpur pada tanggal tersebut (5-9 nov) sekarang masih di australia ( beliau bekerja di Australi) jadi saya belum bisa memberikan kepastiannya.
      Pak yazid tinggal di mana?

  3. Saya tinggalnya di Johor Bahru.

    • assalamualaikum..semuanya..hah kalau dpt buat di johor bahru..sy pn di jhr..

      • waalaikum salam, ya mari kita buat di johor baru….

  4. Pernah ada rencana untuk diadakan dikota tegal atau pekalongan nggaak pak?

    • bagaimana kalau kita adakan di sana bu

  5. kapan diadakan disolo pak.

  6. asskum pak setiyo…kalo pelatihan masuk surga pak..kpan diadakan? kayanya banyak yg minat pak…terima kasih.

  7. salam pak setiyo, cuma mau bertanya sekiranya bapak boleh berikan contact no. pak salehan atau pun no. lain yg boleh dihubungi untuk mendaftar kursus solat kusyuk pendalaman ini pada 5-9/11 ini? ibu saya juga begitu teruja untuk menghadiri kursus ini buat kali keduanya. terima kasih byk2 pak.

    • sudah mengikuti bengkel terapi sholat ke?

      • sudah pak, masa di IIM bulan jun thn ini bersama ibu dan adik saya, bagaimana ya mau mendaftar untuk kursus november ini?

  8. jika saya belum pernah menghadiri kursus pelatihan solat khusyu’ sebelum ini, bolehkah saya terus menyertai kursus pelatihan advance pada nov ini di m’sia? bilakah program dasar pelatihan solat khusyu ini akan diadakan lagi di m’sia?di mana saya mahu bertanya ttg pengalaman2 mendirikan praktik2 yang dianjurkan Ustad Abu Sangkan-maksud saya apakah pengalaman ini benar seperti yg dialami peserta lain atau cuma mainan syaitan?terima kasih

    • sebaiknya mengikuti dasar dasar sholat terlebih dahulu, untuk info khusus bisa kirim email saya ke setiyo.purwanto@gmail.com

  9. maaf pak saya mau tanya tentang duduk akhir sholat atau tahiyatul akhir…disana sering kali saya pribadi lupa atau terasa “eh kok udah salam” sebenernya fenomena apa itu? apakah itu kefanaan wujud, atau sholat saya yg salah

    salam patrap,

    • kalau lupa berarti ada yang belum sempurna pak, karena sholat itu adalah sadar …nah mungkin mulai menyadari dari setiap bacaan dan gerakan yang kita lakukan, insya allah tidak akan lupa lagi dan tidak terasa tiba tiba…lho kok sudah tahiyat akhir….
      demikian mas, salam

  10. assalm alaikm ustad…. salam kenal dari ana,,, ustad ada rencana ndak ke bukittinggi? wassalam

    • belum ada, rencana ke bukit tinggi, penerbangan ada tidak ya dari solo atau jogja ke bukit tinggi?

  11. Ass al pak. Ada gak pelatihan yg dilakukan di Bogor pak ? Klu ada kapan ?

    • bogor, ? coba buka web nya di shalatcenter.com

  12. Ass..Pak..kalo saya suka lupa….sholat sudah raka’at ke brapakah saya? dan kadang..fikiran suka nglantur..pada saat baca2an sholat padahal saya mrasa sudah berusaha utk khusyu…gimana tuch kiatnya agar lebih khusyu?

    • ya kalau pikiran kemana mana ketika sholat maka akan menyenbabkan rekaat lupa, sebaiknya ketika sholat kita memperhatikan dan sadar dengan gerakan dan bacaan sholat.

  13. baik nanti saya kasih kabar, di blog saya, karena saya harus bilang dengan penganjur.. yaitu pak shalehan beliau masih di australia


Beri tanggapan

Your response: