islam pecah sejak Rasul tiada.. yaitu syiah dan suni… ya mungkin pertama kali pecah bukan syiah ataupun suni…. sekarang mari kita berpikir dan mencermati secara mendalam tentang peringatan sejarah berapa banyak yang mati sia sia karena mempertahankan syiah dan suni nya dan merasa diri paling benar … berapa kerugian umat islam… dan kita tidak sadar bahwa inilah divide it impera… sekarang kita lihat berapa tahun iran dan iraq perang sekian puluh tahun hanya untuk saling bunuh membunuh bukan dengan orang kafir atau orang yahudi tapi sesama umat islam.. umatnya rasul…. masihkah kita mempertahankan suni kita dan mengolok olok syiah sebagai biadab… dan masihkah kita sombong dengan kesyiahan kita dengan mengolok olok suni kafirin… apa yang terjadi bila hal ini tidak kita hentikan…. kita akan perang perang dan perang….. capek deh…. sekarang mari kita lepaskan baju syiah dan suni mari kita menjadi yang bukan golongan tapi kita menjadi umat rasul Muhammad…
Rasul Muhammad pasti sangat sedih melihat umatnya saling bunuh membunuh dan saling menylahkan… umatii umatiii umatii masihkah kita cinta rasul yang ketika meninggalnya selalu menyebut umat ku umat ku umatku….. jangan buat rasul kita sedih.. dengan pertengkaran kita.. gembirakan hati Rasulullah dengan kedamaian sesama umatnya rasul….salam alaika ya rasulullah…

islam adalah agama rakhmat.. rakmatan lil alamin, bagaimana bisa menciptakan dan memberikan keselamatan kepada seluruh “makhluk”, bukan hanya manusia. umat islam sering terjebak soal “BUNGKUS” sehingga ketika bungkusnya tidak sama, yang keluar adalah saling menjelekkan, saling mengclaim kelompok dan golongannya yang paling benar. selama masih ngrumati bungkus, tidak akan ada kedamaian. umat islam selalu terjebak dalam hal syareat dan selalu menjadikan syareat sebagai tujuan, dan bukan sebagai ALAT.
Oleh: Much Tohar on Juli 16, 2009
at 7:53 am
Ramai kita menjadi muslim, bukan mukmin.
Makanya ramai yang bergaduh kerana ingin menegakkan siapa yang betul. Malangnya pergaduhan itu banyak di syariat.
Jika kita menjadi mukmin, makanya tidak ada masalah kerana RASA KE ALLAH ITU SAMA.
Oleh: Fuad Latip on Juli 16, 2009
at 8:48 am
setuju banget mas setiyo, mudah2an dimulai dari umat islam di Indonesia sudah mulai banyak yang berpikiran spt mas setiyo ini. amin
Oleh: mas wi on Juli 16, 2009
at 10:11 am
terimakasih pak Wi… semoga kita menjadi umatnya rasulullah yang dapat membahagiakan rasulullah
Oleh: Setiyo Purwanto on Juli 16, 2009
at 3:53 pm
Juga umat islam di Malaysia
Oleh: Fuad Latip on Juli 16, 2009
at 4:11 pm
PERTAMAAAAXXXZZZZ
DAHULU KITA PEMUJA CINTA DALAM PENYAKSIAN
SEKARANG DIRI TERKURUNG LAHIRIAH KOSONG
BAGI YANG PANDAI DAN MENGENAL DIRI
MEREKA MENEMPUH JALAN CINTA JALUR KASIH
MENJADI PEMUJA CINTA
SALAM SAYANG
Oleh: KangBoed on Juli 16, 2009
at 2:07 pm
Bila kata memiliki kekuatan,kapankah ia mendamaikn permusuhan, bila kata terungkap sebagai wakil makna,kenapa d antara qt bersikap congkak merasa paling benar…kita Lebih sering mempersoalkn perbedaan, daripada brtanya “ada makna apa d balik perbedaan?”
Oleh: Ifa on Juli 16, 2009
at 4:44 pm
perbedaan itu rahmat tapi jangan menyalahkan orang dan mudah mengkafirkan orang karena yang awalnya rahmat bisa menjadi petaka
Oleh: Setiyo Purwanto on Juli 18, 2009
at 5:16 am
islam pecah menjadi 73 golongan,ynag selamat cuma 1 .jika anda bertanya ke 73 golongan,pasti semua mengaku mengikuti rasulullah. jika mengikuti rasulullah mengapa yang selamat cuma 1, RENUNGKANLAH
Oleh: ishaq on Juli 17, 2009
at 8:43 am
ya mas insya allah saya renungkan
Oleh: Setiyo Purwanto on Juli 18, 2009
at 5:13 am
please la… ustaz.
sejak kecil dalam sub conscious mind saya , saya adalah ahli sunni ikut imam syafie. Fatwa-fatwa di malaysia semuanya berpandukan ahli sunah al jamaah .
tak la sampai nak bergadoh berbunuh-bunuh.
Oleh: wan chik on Juli 18, 2009
at 1:07 am
saya senang sekali di malaysia karena bisa menerima terpi solat dengan baik, namun dibeberapa tempat saya menyesalkan karena perdebatan sengit dan sempat terjadi golongan golongan, di indonesia ini terlebih banyak sekali golongan…. saya salut dengan paham di malaysia yang memiliki open mind terhadap sesuatu yang baru… saya pun diajarkan oleh guru guru saya suni pak namun saya tidak menganggap diri saya Suni karena takut terjebak bukan mengikuti sunah rasul tapi takut terjebak pada fanatisme golongan tertentu…. demikian pak
Oleh: Setiyo Purwanto on Juli 18, 2009
at 5:06 am
Ass.wr.wb. Ini sekedar saran ya dik. Jangan lagi nulis yang seperti ini, karena nanti berkembang ke mana mana. Konsentrasikan pada pengembangan diri (Human /personnal development dan Sholat Khusyuk ).Yang ramai seperti ini kan cuma di Indonesia. Sedang ummat Islam di Malaysia dan Singapore sedang berpacu dengan semangat tinggi untuk memburu ketertinggalannya.
Dua tahun yang lalu di Singapore , seorang pelajar putri Malay mencapai nilai lulus ujian tertinggi di Singapore…..selama dua Jum’at imam mesjid Istigfar di Pasir Ris mengajak jamaah bersyukur atas prestasi itu……saya tersungkur menangis ….karena teringat ketika siswa SMP Bina Insani merebut juara Olympiade Fisika, jangankan mesjid Bogor , mesjid sekolah kami lalai……… Astagfirulloh.
Mari bekali ummat dengan Spiritual Qoutient untuk berpacu dengan kecepatan tinggi mencapai kemajuan……Terima kasih
Oleh: sumono on Juli 18, 2009
at 8:53 am
terimakasih sarannya Pak Sumono.. maaf kalau tulisan saya menimbulkan berbagai macam persepsi dan kurang menyenangkan … namun dari hati saya, saya hanya ingin keluar dari kungkungan golongan … karena merasa sesak pak… saya ingin bernafas lega dengan hanya mengikuti sunah rasulullah, saya hanya ingin mengikuti sunah rasul dan mengikuti quran pak….. dan saya tidak mau dicap bahwa saya ini suni atau syiah….
untuk saudaraku di singapura dan malaysia saya harap bisa memahami apa yang menjadi niat saya yaitu menyatukan islam… saya yakin di singapore dan malaysia sekarang sedang semangat bergama sehingga nanti pengalaman seperti yang ada di indonesia ini jangan sampai terjadi….. yaitu terpecah kepada golongan glongan yang tidak hanya 73 golongan namun banyak golongan di indonesiaini.
sekali lagi terimakasih atas saran dari Bapak sumono… dan untuk rekan dan sahabat dari negri Tetangga mohon untuk bisa memahami kondisi di Insonesia saat ini yang memang banyak golongan dan tulisan saya ini semoga bisa menjadi pemahaman yang tidak menimbulkan perpecahan umat islam. Amiin
Oleh: Setiyo Purwanto on Juli 18, 2009
at 6:41 pm
setuju sekali pak,
semuga tiada lagi perpecahan antara umat islam.
Oleh: ibu zaliha on Juli 18, 2009
at 2:58 pm
Iya Bu Zaliha….. bagaimana Bapak, semoga Allah sentiasa memberikan kesehatan.
adanya perpecahan karena adanya golongan…. seandainya tidak ada golongan baik itu syia dan suni pasti islam ini damai
Oleh: Setiyo Purwanto on Juli 18, 2009
at 6:33 pm
Semuanya mesti ke Allah. Selesai.
Bukan ke Rasul, bukan ke sahabat Rasul, bukan ke selain daripada Allah.
Mereka itu (Rasul, ulama, guru dan pewaris nabi) hanyalah membantu kita menuntun ke Allah.
Yang utama ke Allah. Jika ini difahami dan diamalkan sehingga ke hakikat dan makrifat, kita tiada masalah dan secara automatisnya semua golongan akan terhapus.
Jika semua ke Allah, kita hanya ada satu golongan. Jika ada satu golongan, makanya kita tiada golongan lagi kerana tidak ada perbandingan lagi.
p/s Ustaz, gambar sudah diupload ke facebook.
Oleh: Fuad Latip on Juli 18, 2009
at 8:01 pm
iya terimakasih pak Fuad…belum sempat balas…
Oleh: Setiyo Purwanto on Juli 18, 2009
at 11:20 pm
ya PAK FUAD HARAPAN KITA DI SELURUH DUNIA…. BUKAN SYIAH DAN BUKAN SUNI TAPI ISLAM…. UMAT RASULULLAH
Oleh: Setiyo Purwanto on Juli 16, 2009
at 4:37 pm