Oleh: Setiyo Purwanto | Juni 1, 2008

rumitnya ilmu hakikat diteorikan…

semakin diteorikan ilmu hakikat akan semakin rumit, menurut saya hakikat bukanlah ilmu.. apakah manis nya gula Ilmu? saya kira tidak, manisnya gula bukan ilmu, coba kalau manis diteaorikan.. pasti orang akan semakin bingung.. untuk merasakan gula tidak perlu teori zat penyusun nya gula, atau tidak perlu mengerti bagaimana membuat gula cukup bersedia dan yak… makan gulanya.. pasti akan memahami hakikat manis.

adanya ilmu hakikat dan adanya ilmu makrifat memang fenomenal… sebab ilmu itu muncul karena cerita dari orang yang mengalami sehingga muncullah ilmu.. padahal untuk mempelajari ilmu hakikat ataupun makrifat tidak perlu menggunakan ilmu.

apa sih ilmu itu? ilmu adalah serangkaian kenyataan yang diuraikan.. nah uraiannya inilah yang merupakan ilmu .. pada hal untuk berilmu atau untuk mendapatkan ilmu  harus belajar.. tapi ntuk kenyataan ketuhanan tidak perlu menggunakan ilmu artinya tidak perlu kita belajar, cukup dengan menjalankan saja.. kita mendekat ke allah nanti akan muncul ilmu.

inilah perbedaan mencari ilmu antara hakikat dengan lainnya. kalau lainnya kita belajar bisa teruhlah matematika atau psikologi, kalau agama ya syariat.. atau ilmu tasawauf tapi kalau ilmu hakikat tidak perlu dipelajari karena ilmu itu akan datang ketika kita menjalani. justru jika kita berilmu duluan maka akan mengganggu sebab kita sudah punya pengharapan artinya kita tidak  nol lagi..


Tanggapan

  1. Salam. Ada yang berkata bhwsanya “mengenal Allah dengan mengenal diri itu” bukannya suatu hadith tetapi hya ungkapan dari ahli tasauf. Tp sy melihat ungkapan ini ada kebenarannya & tdk boleh dinafikan. Klu tidak dengan mengenal diri, bagaimana kita hendak mengenal Allah?? Adakah jalan lain?? Klu tdk kenal dengan-Nya, bagaimana kita hendak mengukuhkan hadith “awaluddin ma’rifatullah??

  2. “Allah itu tdk bertempat, tdk di kiri, tdk di kanan, tdk di depan, tdk di belakang, bukan di dlm sesuatu dan bukan pula di luar sesuatu..” Persoalannya, jika kita bersolat, perlukah kita berada di awang-awangan spt kapalterbang yg tiada tempat utk mendarat?? Manakan tidaknya, semua tempat pun bukan. Sy hanya ingin tahu dan belajar jika ada yang sudi menerangkan. Saya masih ttp menjalankan solat walupun tidak pasti ke mana perlu diletakkan..

    • tiada yang wujud selain ALLAH. pahamkan betul2 maka akan terlepaslah dari syirik. dan itulah konsep kehambaan beserta konsep ketuhanan yang saling berkait, tidak berbeza dan berpecah.

  3. Ilmu hakikat ini adalah suatu ilmu, tanpanya ibadah saya terkesan dgn suatu pesanan..”amalan tanpa ilmu itu sia-sia begitu juga sebaliknya..” Bagaimana dengan ibadah saya?? Walaupun sy solat tp sy tidak faham dengan apa yg sy kerjakan, bukankah sia-sia namanya.. Wallahualam..

  4. terimakasih sharenya

  5. Inilah code hakikat: Kenalilah dirimu, maka engkau akan mengenal Tuhanmu.

  6. Tauhid adalah tidak didengar oleh siapa pun dan tidak diperdengarkan. “Bukankah telah Kami lapangkan untukmu dadamu?”


Beri tanggapan

Your response:

Kategori