banyak orang ingin menghilangkan kemusyrikan atau kesyirikan di tempatnya, tapi banyak yang dengan cara kekerasan. maka seringkali menimbulkan konflik dan anti pati kepada kita orang islam.
ada cara halus yang sangat efektif, yaitu patrap ke Allah dengan duduk diam di tempat angker. mungkin jin nya akan marah… ya ndak apa apa silahkan saja jin nya marah… yang penting kita ihlas karena Allah.. pasti kita menang. tidak pakai insya ALlah pasti menang.
patrap di tempat angker, dapat menghapus kesyirikan
gurunya Abu Sangkan apa Allah???
biasanya orang yang ngefans berat dengan Ust Abu terjebak pada Sosok Abu Sangkan, padahal beliau selalu mengajarkan untuk tidak menganggapnya sebagai guru tapi sebagai sahabat, seperti rasulullah menjadi sahabat bagi murid muridnya. kitapun jangan terjebak pada sosok abu sangkan, kita bukan thoriqoh yang menganggap mursyid sebagai perantara yang dapat mengantarkan kita kepada ALlah. kita adalah patrapis yang bergurunya kepada Allah bukan kepada siapa siapa. kalau kita menganggap Abu Sangkan sebagai mursyid yang dapat mengantarkan kita kepada Allah maka kita akan tersesat. karena sang Pemberi PEtunjuk adalah Allah bukan Abu sangkan. maka kita harus mampu mendudukkan posisi guru. sedangkan Ust Abu Sangkan adalah sahabat Tua yang harus kita hormati, kita junjung tinggi baik beliau maupun keluarganya…SELAMAT BERGURU KEPADA ALLAH
Ditulis dalam sholat | Tag:abu sangkan, guru, mursyid, sesat, shalat center, tarekat, thoriqoh
pisahnya yang berserah dan yang berkehendak
proses pisahnya masih saya pelajari, tapi sedikit demi sedikit sudah mulai aku paham. bahwa ternyata kepasrahan mutlak menjadi syarat utama agar kita bisa memahami dan memasuki alam kehendak.
untuk cara praktis dan simpel untuk memahami alam kehendak adalah dengan berserah diri secara total. yang berkehendak bukanlah saya namun Dia sang maha berkehendak. kepasrahan diri menyebabkan hilangnya diri (deindividuasi) hilang dan Allah menjadi sang penguasa mutlak.
Ditulis dalam sholat | Tag:deindividuasi, fana, makrifat, syeh siti jenar, wali, wihdatul wujud
lebih sakti mana orang beriman atau dukun?
sebuah pertanyaan yang harus dijawab ! kalau secara teori jelas orang beriman, tapi secara kenyataan dukun yang lebih sakti. dukun bisa menyembuhkan orang sakit, bisa kebal, bisa menebukan barang yang hilang, bisa menyembuhkan orang sakit jiwa, bisa meramal.. dan ternyata banyak kemampuannya. sedangkan orang yang mengaku beriman kadang hanya bisa mengeluarkan dalil dari quran dan hadis tanpa memiliki kekuatan iman untuk menyembuhkan, untuk meramal, untuk menolak santet, untuk kebal dan lain sebagainya.
kalau nalar logis kalau dukun mengandalkan jin bisa ini dan itu, kenapa orang beriman yang mengaku beriman mengandalkan Allah tidak bisa ini dan itu. maka bagaimana kita mau mengajak masyarakat untuk beriman kepada Allah sedangkan dukun lebih hebat dari pada orang yang mengaku beriman,berislam….?
iman harus ada buktinya, buktinya apa, ya kita harus membuktikan bahwa Allah sang perkasa untuk memohon kekebalan, sang pemberi ilham untuk meramal, Sang penyembuh untuk menyembuhkan, dan lain lain. jika kita berhadapan dengan seorang dukun kemudian dukun tersebut mengajak kita untuk beradu kesaktian, kira kira kita berani apa tidak?! misalnya dukun menyantet kita kemudian kita mengggunakan kesaktian kita untuk menangkal santet terebut dengan keimanan kita, kira kira kita berani apa tidak?!
kalau kita ingin menghilangkan kesyirikan, khurafat dan hal hal yang demikian di masyarakat maka kita harus lebih sakti dari pada dukun, paranormal atau sejenisnya. jangan hanya berani ngomong di depan podiom mereka sesat, mereka masuk nearaka, mereka musyrik…. tanpa ada bukti sejauhmana kekuatan keimanan kita kepada Allah.
patrap DEWA MABUK
Sewaktu mengajarkan patrap gerak malam jumat kemarin dilapangan tiba tiba saya nggliyeng, nggliyeng yang memang saya sengaja…nggliyeng seprti mabuk , kesadaran saya berada pada alam ketiadaan.. makannya saya nggliyeng… eeh terbersit jurusnya DEWA MABUK yang nggliyeng juga….
Ditulis dalam sholat | Tag:dewa mabuk, jurus, patrap
bedanya supersadar dengan bawah sadar
sangat berbeda…. seperti bedanya alam jin, syetan dan alam ketuhanan, alam berhala dan alam laisa kamitslihi syaiun. masukilah alam supra sadar jangan memasuki bawah sadar. kalau bawah sadar kita akan ketemu dengan jin, hantu hantu, syetan syetan dan lain sebagainya. islam turun untuk menghindari alam alam bawah sadar, yaitu dengan menghapus segala kemusyrikan, khurafat, berhala berhala…..
islam mengajak kita unntuk memasuki alam supra sadar yaitu kembali kepada Allah, artinya kembali ke Alam ketinggian yaitu alam supra sadar. alam ini tidak objek yang bisa di persepsi, objeknya tidak berwujud, karena Allah adalah “tidak bisa disamakan dengan sesuatu apapun”
kemenangan islam jika umatnya mau kembali ke alam supra sadar. yaitu kemenangan bersama Tuhan Allah
Ditulis dalam makrifat | Tag:allah, bawah sadar, setito., seuper sadar, Tuhan
spsiritual parenting (2) ajak anak secara ruhani bersilatun
ketika kita sambung kepada Allah, jiwa kita menyebar dan kita sambung kan ke anak kita. seperti halnya cinta , cinta bisa kita salurkan ke anak kita dan anak kita menerima. kita sambung ke allah yang aktif adalah kejiwaan kita dan kejiwaan kita meluas sehingga bisa arahkan ke anak kita untuk kita ajak ke allah. kekuatan ikatan ruhani dan kejiwaan orang tua yang didasari oleh cinta akan menjadi by pass untuk mengajak anak ke allah. inilah inti dari spiritual parenting yaitu mengajak secara ruhani ke Allah.
spiritual parenting (1) wujudkan cita cita anak
anak anak memiliki cita cita yang orisinil artinya muncul keinginan dari dalam diri yang paling dalam, tidak di buat buat. orang tua dalam hal ini sebaiknya memberikan respon positif dengan meng iya kan dan memberikan fasilitas. wujudkan cita cita anak anak sekarang dengan memberikan fasilitas yang dapat mengembankan imajinasinya.
misalnya anak berkeinginan untuk menjadi seorang dokter maka responlah dengan memberikan alat alat mainan kedokteran. misalnya dia ingin jadi polisi berikan mainan pistol pistolan. imajinasi ini penting karena dengan terpeliharanya imajinasi yang sesuai dengan hasrta anak maka dia akan memiliki motivasi untuk mengarahkan dirinya secara bawah sadar untuk mencapai cita citanya, maka nanti ketika besar dia akan rajin belajar, dan akan mengikuti apapun untuk mewujudkan cita citanya.
Ditulis dalam sholat | Tag:cerdas, emosi, intelektual, purwanto, quotient, setiyo, spiritual parenting
perbedaan “pahala” dan “pahala dari Allah”
orang menjalanankan ibadah ada yang mengharapkan pahala dari Allah dan ada yang berhenti mencari pahala (dari nya tidak jelas dari mana). hati hati dengan 2 jenis kalimat diatas : pahala dan pahala dari Allah. ibadah kita bisa mengandung kesyirikan ketika kita berhenti pada PAHALA tidak berakhir pada Allah. untuk menyelamatkan agar tidak terjadi kesyirikan maka tambahkanlah dengan DARI ALLAH.
orang mungkin mengira kalau dua kalimat di atas adalah sama, tidak, kalimat itu sangat berbeda maknanya, dan ini mempengaruhi sistem pikiran kita. disinilah dari sisi bahasa kita harus mulai membenahi agar tidak terjerumus pada kesyirikan yang berakibat fatal terhadap sistem keyakinan kita kepada ALlah
menjaga pandangan dari yang bukan muhrim
manusia diciptakan salah satunya dibekali dengan kemampuan bereproduksi, berkembang biak atau beranak pinak. sehingga manusia dalam jasadnya dibekali dengan keinginan atau dorongan atau hawa untuk melakukan kegiatan reproduksi. dorongan ini dalam setiap orang tidak sama tergantung dari usia, jenis makanan yang dimakan, dan kemampuan untuk mengendalikan.
menjaga pandangan yang bukan muhrim termasuk dalam pengendalian dorongan tersebut. ada satu cara untuk mengendalikan dorongan tersebut yaitu dengan
1. mengalihkan dalam hati atau mengalihkan kecondongan dala hati agar ke Allah.
2. menyadari syahwat sedang On dan jangan kita ikuti beralihlah untuk pasrah menuju ke Allah
dengan 2 cara tersebut dorongan nafs syahwat tadi berangsur angsur akan hilang.
